RBA: Pertumbuhan Upah Rendah Sebabkan RBA Pertahankan Bunga

Monexnews -Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan bunga di 1.5% usai pertemuan kebijakan moneter beberapa saat lalu seperti sudah diprediksi pelaku pasar.

Gubernur RBA Glenn Stevens mengatakan tidak naiknya bunga disebabkan upah yang tumbuh hanya sedikit kendati kondisi perekonomian terus membaik dengan pasar tenaga kerja yang menguat.

«Kondisi ekonomi global terus membaik. Pasar tenaga kerja menguat dan lebih lanjut pertumbuhan di atas-tren diperkirakan terjadi di sejumlah negara maju, meski ketidakpastian tetap ada,»ujarnya. Hal yang menggembirakan bagi Australia adalah pertumbuhan ekonomi China yang mulai pulih didukung oleh peningkatan belanja untuk pembangunan infrastruktur dan properti.

Namun demikian Glen mengingatkan pertumbuhan upah tetap rendah di kebanyakan negara, seperti halnya inflasi inti. Tingkat inflasi utama pada umumnya lebih rendah dari pada awal tahun, sebagian besar mencerminkan penurunan harga minyak sebelumnya. Di Amerika Serikat, Federal Reserve telah memulai proses normalisasi neraca dan diperkirakan menaikkan suku bunga lebih lanjut di Desember. Di sejumlah negara maju besar lainnya, kebijakan moneter telah menjadi sedikit kurang akomodatif. Bursa saham  telah kuat, spread kredit telah menyempit dan volatilitas di pasar keuangan tetap rendah.

Glen mengatakan salah satu sumber ketidakpastian yang terus berlanjut di negaranya adalah prospek konsumsi rumah tangga. Pendapatan rumah tangga tumbuh perlahan dan tingkat utangnya tinggi.

(Irdy)

Lihat Disclaimer Article Source

Добавить комментарий

Яндекс.Метрика