Pengetatan Produksi Angkat Harga Minyak ke $55.84

Monexnews -Harga minyak pada perdagangan Senin (6/11/2017) sempat menyentuh level tertinggi sejak Juli 2015 sebelum kembali melemah. Harga menanjak setelah merespons penurunan produksi minyak di Amerika Serikat setelah rilis akhir pekan lalu.

Pekan lalu jumlah rig yang aktif berproduksi bekurang delapan rig menjadi 729 rig, pengurangan terbesar sejak Mei 2016.

Berkurangnya produksi AS berbarengan dengan akan disepakatinya perpanjangan waktu pemotongan produksi antara negara-negara Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan  non-OPEC. Sebelumnya kesepakatan pemangkasan produksi 1.8 juta barel per hari ini hanya berlangsung hingga akhir Maret 2018.

Dari Arab Saudi diberitakan Putera Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menegaskan kekuasaan di istana dengan melakukan penangkapan para bangsawan, menteri dan investor termasuk miliarder bisnis terkemuka Alwaleed bin Talal dan kepala Garda Nasional, Pangeran Miteb bin Abdullah.

RBC Capital Markets mengatakan dalam sebuah catatan bahwa meskipun «pembersihan tersebut merupakan perkembangan politik yang menakjubkan di Arab Saudi,» ia memperkirakan «tidak ada perubahan segera» dalam kebijakan minyak Arab Saudi, yang merupakan pengekspor minyak mentah terbesar di dunia.

«MBS tampaknya sangat berkomitmen untuk menunda kesepakatan OPEC sampai tahun 2018 dan bergerak maju dengan penjualan Aramco,» kata RBC.

Minyak West Texas Intermediate diperdagangkan di $55.84 per barel atau naik 16 sen dari penutupan akhir pekan. Sebelumnya minyak WTI sempat menyentuh level 55.96 tertinggi sejak Juli 2015.

(Irdy)

Lihat Disclaimer Article Source

Добавить комментарий

Яндекс.Метрика